Meteor News

Aksi Pengemudi Truk Blok Kade Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

PONTOH ZAMBIK 28 Sep 2026, 12:25
Aksi Pengemudi Truk Blok Kade Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Aksi Pengemudi Truk Blok Kade Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

MeteorNews ** BANYUWANGI | Aksi penyampaian aspirasi sejumlah pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (26/9), berdampak langsung terhadap arus penyeberangan menuju Bali.

Antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, bahkan sempat mengular hingga sekitar 6,6 kilometer menuju kawasan Hutan Cekik.Aksi tersebut terjadi di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang.

Dampaknya, pelayanan penyeberangan sempat terganggu selama beberapa jam dan kendaraan yang hendak masuk maupun keluar lintasan Ketapang-Gilimanuk tertahan.Lantas, apa yang memicu aksi para sopir truk tersebut?

Menurut ASDP, aksi penyampaian aspirasi berkaitan dengan penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi. Kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan pelayaran, termasuk pengaturan muatan kapal LCT yang mengangkut truk besar dan truk sedang.

Penyesuaian muatan itu tidak lepas dari kondisi cuaca dan maritim di Selat Bali. BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang mengeluarkan peringatan dini terkait potensi angin kencang 10–15 knots dari arah utara serta arus kuat dengan kecepatan lebih dari 1,2 meter per detik.

Kebijakan tersebut kemudian memicu keberatan dari sejumlah pengemudi truk hingga berujung aksi blokade di area Pelabuhan Ketapang. ASDP bersama KSOP selanjutnya melakukan mediasi dan komunikasi dengan perwakilan pengemudi untuk mencari solusi dengan tetap mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran.

Setelah proses mediasi, layanan penyeberangan kembali dibuka pada Sabtu malam sekitar pukul 21.15 Wita. Namun, dibukanya kembali pelayanan tidak serta-merta membuat antrean langsung terurai.

Di sisi Bali, antrean kendaraan pada Sabtu malam tercatat mencapai sekitar 6,6 kilometer hingga Hutan Cekik. Sejumlah pengemudi bahkan harus bertahan berjam-jam di tengah antrean karena pergerakan kendaraan sempat sangat lambat. 

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!