Pelaku pembacokan remaja Dupak saat malam takbiran beberapa waktu lalu ternyata menyandang status begal sadis Surabaya Barat. Pipin Rahman (20) warga Karangpoh, Tandes itu sudah beraksi selama 7 kali di kawasan Jalan Made, Lakarsantri.
Informasi yang dihimpun, Pipin sudah melakukan aksi begal di kawasan Jalan Made, Lakarsantri sejak berumur 17 tahun. Sejak pertama beraksi, Pipin Rahman selalu membekali diri dengan senjata tajam. Gunanya sebagai alat untuk menakuti korban.
“Pelaku saat melakukan aksinya tidak segan melakukan kekerasan baik dengan tangan kosong ataupun senjata yang sudah dibawa,” kata Kapolsek Bubutan Kompol Sandi Putra, Minggu (19/4/2026).
Sandi mengungkap jika Pipin Rahman mengaku kerap beraksi di kawasan Made karena kondisi jalan yang sepi. Di beberapa titik kondisi jalan minim penerangan. Pengakuan Pipin, kawasan tersebut memiliki jalur pelarian yang banyak sehingga memudahkan untuk meloloskan diri. “Total mengaku sudah beraksi 7 kali sejak berumur 17 tahun. Namun saat ini masih kami dalami lagi,” terang Sandi.
Diketahui, Pipin Rahman merupakan salah satu dari tiga pelaku yang ditangkap polisi karena aksi pengeroyokan di Jalan Dupak pada malam takbiran 21 Maret 2026 lalu. Pipin diamankan bersama dengan Tio Ferdinand (18) warga Sentong, dan Rifky Achmad (20) warga Balongsari di sebuah rumah di kawasan Margomulyo.
Dalam peristiwa itu, Pipin merupakan pelaku yang menebaskan senjata tajam ke punggung korban hingga robek 10 sentimeter. Selain menebaskan celuritnya, Pipin juga mengambil ponsel korban.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!