Meteor News

Polemik video, Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi'i Nafsikin Berikan klarifikasi

PONTOH ZAMBIK 26 Sep 2026, 07:34
Polemik video, Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi'i Nafsikin Berikan klarifikasi
Polemik video, Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi'i Nafsikin Berikan klarifikasi

MeteorNews ** KENDARI |  Sebuah video yang memperlihatkan proses pertemuan antara seorang korban berinisial SU (44) dengan mantan suaminya, IQ (44), di kantor polisi mendadak viral dan memicu perdebatan di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Kasatreskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau dan Kanit Buser 77 Ipda M Ichsan Aqsyar Rahman menjadi sorotan. Salah satu bagian video memperlihatkan korban diminta untuk tidak menangis saat berhadapan langsung dengan pria yang diduga menjadi pelaku dalam kasus yang dilaporkannya.

Sementara itu, terdengar pula suara Ipda Ichsan yang tertawa dan menyamakan suasana pertemuan tersebut dengan sebuah adegan dalam program televisi “Termehek-mehek."

Potongan video itu kemudian beredar luas dan menuai kritik dari warganet. Sebagian publik menilai sikap yang terlihat dalam rekaman tersebut tidak menunjukkan empati yang semestinya diberikan kepada korban.

Kasus Bermula dari Dugaan Pemerkosaan dan PerampokanSU sebelumnya melaporkan dugaan pemerkosaan dan perampokan yang dilakukan oleh mantan suaminya sendiri.

Peristiwa tersebut disebut terjadi ketika SU sedang tidur di rumahnya di Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari, pada Senin, 14 September 2026 sekitar pukul 02.30 Wita.

Setelah IQ ditangkap polisi, SU kemudian datang ke Polresta Kendari untuk memastikan keberadaan sejumlah barang miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang.Menurut SU, barang-barang tersebut akhirnya ditemukan.

“Setelah saya cek perhiasan yang telah diambil mantan suami saya semuanya ada, cocok, sudah didapat sama polisi,” ujar SU.

Kapolresta Kendari Sebut Video Menggiring Opini. Di tengah ramainya kritikan di media sosial, Kapolresta Kendari Kombes Pol Safi'i Nafsikin memberikan klarifikasi. Ia menyebut video yang beredar telah membentuk persepsi tertentu dan menurut pihak kepolisian tidak sepenuhnya menggambarkan fakta yang terjadi di lapangan.

“Alhamdulillah sudah kami klarifikasi bahwa video yang viral adalah penggiringan opini,” kata Safi'i Nafsikin.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam polemik karena publik sebelumnya hanya melihat potongan rekaman yang beredar di media sosial.Korban Bantah Dibentak PolisiYang tak kalah mengejutkan, SU sendiri justru membantah bahwa dirinya menangis karena mendapat bentakan atau perlakuan kasar dari polisi.

Ia mengaku air matanya keluar karena suasana emosional saat berbicara dengan mantan suaminya, terutama ketika pembicaraan menyentuh persoalan anak-anak mereka.

Menurut SU, dalam pertemuan tersebut IQ justru meminta agar laporan dicabut dengan alasan memikirkan kondisi anak-anak. “Mantan suami saya minta cabut laporan alasan anak-anak, tapi saya biarkan dia jalani hukuman, siapa tahu bisa berubah,” ujar SU.

Ia menegaskan persoalan anak tetap akan menjadi tanggung jawabnya dan hal itulah yang membuat suasana pertemuan menjadi emosional. “Saya Justru Ditenangkan Polisi”SU juga secara tegas membantah narasi bahwa dirinya menangis karena dimarahi aparat.

Menurutnya, polisi yang mendampinginya justru berusaha menenangkan dirinya agar tetap kuat menghadapi situasi tersebut.“Jadi, saya menangis itu bukan karena dibentak polisi. Sekali lagi saya tegaskan, bukan karena dibentak polisi. Saya sedih saja apalagi bahas masalah anak-anak. Saya justru ditenangkan sama polisi, jangan disalah artikan,” ungkap SU.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bantahan terhadap kesan yang muncul setelah video pertemuan itu tersebar di media sosial.Korban Minta Video Tidak Dijadikan Bahan SeranganSU mengatakan penangkapan mantan suaminya membuat dirinya merasa lebih tenang dan bisa kembali menjalani aktivitas bersama anak-anaknya.

Ia pun meminta masyarakat tidak membangun kesimpulan hanya berdasarkan potongan video yang beredar tanpa mengetahui konteks lengkap kejadian. SU bahkan meminta kasus yang menimpanya tidak digunakan untuk menyerang institusi kepolisian.“Saya tidak ada masalah dengan polisi. Tolong jangan menggiring opini melalui kasus yang saya alami, apalagi tanpa konfirmasi langsung ke saya.

Intinya, polisi yang membantu saya dan saya sangat mengapresiasi kinerja cepat mereka. ”Polemik video tersebut kini menyisakan dua versi yang menjadi perhatian publik: potongan rekaman yang memicu kritik di media sosial dan keterangan langsung korban yang menyatakan dirinya tidak dibentak, melainkan justru ditenangkan oleh polisi.

Konteks lengkap peristiwa pun menjadi penting agar publik tidak hanya menilai berdasarkan rekaman singkat yang beredar. 

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!