Meteor News

Penjaringan Peringkat Desa Adiwerna Di Atur Penguasa Atau KOMPETISI MURNI

PONTOH ZAMBIK 17 Sep 2026, 15:27
Penjaringan Peringkat Desa Adiwerna Di Atur Penguasa Atau KOMPETISI MURNI
Kecamatan Adiwerna di SMK Islamiyah

MeteorNews ** TEGAL | Pelaksanaan Test Perangkat Desa serentak Kecamatan Adiwerna yang digelar 31 Agustus 2026 di SMK Islamiyah Adiwerna berbuntut sorotan.

Dokumen Rekap Penilaian yang diperoleh redaksi menunjukkan dominannya nilai subjektif wawancara.Dari dokumen rekap tertanggal 31 Agustus 2026 yang ditandatangani korektor Agung Hastaman Silarto, terlihat pola kejanggalan di tiga desa.

Polemik paling tajam ada di Desa Pagiyanten. Empat peserta bersaing, namun pemenang akhirnya adalah SR dengan Nilai Akhir 83.Padahal nilai CBT SR 92, sama persis dengan peserta lain AM yang juga meraih 92. Penentunya ada di nilai wawancara.

SR mendapatkan nilai wawancara dari Kades 95 tertinggi di antara peserta Pagiyanten lainnya yang hanya mendapat 84, 86, dan 87.Dengan bobot CBT 50%, Praktek 30%, Wawancara Kades 10% dan Camat 10%, selisih 9 poin di nilai Kades tersebut yang membuat SR melesat ke peringkat 1, mengungguli AM(81), R (79), dan RDT (77).

Informasi yang beredar di warga, SR diduga memiliki hubungan kekerabatan dengan Kepala Desa Pagiyanten, Nofal. Dugaan konflik kepentingan pun mencuat.Kades Nofal saat dikonfirmasi mengakui SR unggul karena pengabdian 3 tahun, namun belum memberikan klarifikasi terkait dugaan hubungan kekerabatan tersebut.

Ia juga mengakui adanya penggunaan dana talangan pribadi Rp20 juta.Di Desa Kaliwadas, hanya dua peserta yang memiliki nilai lengkap yakni BBS (85) dan HA (79). Dua pendaftar lain disebut tidak melengkapi berkas.

Sementara di Desa Gumalar, empat peserta semuanya dinyatakan lolos.Menanggapi polemik tersebut, Camat Adiwerna Wuryanto saat ditemui di kantor kerjanya menegaskan kewenangan ada di desa."Itu semua urusan desa masing-masing dan pihak kecamatan hanya selaku pengawasan dan menjadi narasumber saja (wawancara)," ujar Camat Wuryanto.

Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru, pasalnya nilai wawancara Camat memiliki bobot 10% yang turut menjadi ùpenentu kelulusan. Publik mendesak evaluasi total dan pembukaan transkrip nilai wawancara secara transparan.

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!