MeteorNews ** JAKARTA | Mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap analisisnya mengenai pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri yang dilakukan secara mendadak oleh Presiden Prabowo Subianto.
Mahfud menilai pergantian Kapolri dan Pratikno dari kabinet menjadi bagian dari upaya Prabowo menunjukkan dirinya sebagai pemimpin yang mandiri dan tidak tersandera kepentingan di luar pemerintahan.
Menurut Mahfud, pencopotan Listyo terkesan mendadak karena sebelumnya rencana pergantian disebut telah beberapa kali muncul namun batal. Ia mengaitkannya dengan momen ketika Gibran Rakabuming Raka disebut datang menghadap Presiden.
“Jangan sampai berulang tiga kali sebelumnya yang selalu gagal,” ujar Mahfud dalam kanal YouTube Mahfud MD Official, Rabu (7/10/2026).
Mahfud menduga pengalaman tersebut membuat Prabowo memilih tidak memberitahukan rencana pergantian kepada Listyo lebih awal. Ia menilai keputusan akhirnya disampaikan setelah Listyo menghadiri upacara di Lubang Buaya bersama Presiden.
Mahfud juga menyoroti peran Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam proses pergantian tersebut.
Menurutnya, proses pengajuan pengganti Listyo hingga persetujuan DPR berlangsung sangat cepat sehingga pergantian tidak lagi bisa digagalkan.
Terkait penempatan Listyo di Kantor Staf Presiden (KSP), Mahfud bahkan menyebut langkah itu sebagai strategi untuk “mengurung” mantan Kapolri tersebut agar tidak berada di luar pemerintahan.
“Menurut saya cerdik Prabowo, dikurung,” kata Mahfud.
Mahfud menegaskan seluruh pandangan tersebut merupakan analisisnya terhadap dinamika politik di balik pergantian Kapolri. Ia juga mengaitkan pembentukan Wantimpres sehari setelahnya dengan upaya pemerintah merespons dinamika dan kegaduhan publik.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!