MeteorNews ** JAKARTA | Kalau datang ke kantor polisi karena menjadi korban kejahatan, apa yang seharusnya ditemukan: pertolongan atau kerumitan?Pertanyaan ini menjadi salah satu gagasan yang disampaikan Jenderal Suyudi Ario Seto, Kapolri baru, dalam fit and proper test di DPR.
Suyudi membawa tema “polisi bersama masyarakat” dan mengatakan ingin membangun Polri yang hadir untuk melindungi, mengayomi, melayani, serta terbuka untuk diawasi.Salah satu cita-citanya sederhana,
“Ketika korban datang ke kantor polisi, ia menemukan pertolongan, bukan kerumitan.”Bukan hanya itu. Suyudi memaparkan 9 kegelisahan utama yang menurutnya perlu dijawab Polri:
1️⃣ Kepastian laporan
2️⃣ Kesetaraan di hadapan hukum
3️⃣ Pungli dan pelayanan transaksional
4️⃣ Penyalahgunaan kewenangan
5️⃣ Penggunaan kekuatan
6️⃣ Fenomena “no viral no justice”
7️⃣ Kepercayaan terhadap pengaduan
8️⃣ Transparansi perkara
9️⃣ Kultur pelayananIa juga ingin mengubah logika “lapor, tunggu viral, baru diperhatikan” menjadi:Lapor → diverifikasi → ditangani → diberi perkembangan → diselesaikan sesuai hukum.Bagi Suyudi, polisi yang kuat bukanlah polisi yang ditakuti.
“Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. ”Ia juga menegaskan, “Kewenangan yang kuat harus disertai pengawasan yang kuat.
”Pertanyaannya, dari sembilan kegelisahan yang disebut Suyudi, mana yang menurut kamu paling mendesak untuk dibenahi Polri."
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!