MeteorNews ** JAKARTA | Ulama dan polisi sejatinya adalah dua pilar penjaga kehidupan bermasyarakat. Keduanya mengemban misi yang sama: amar ma'ruf dan nahi munkar.
Polisi lebih banyak berada di garis depan nahi munkar, mencegah dan menindak pelanggaran dengan kewenangan yang diberikan negara.
Di tangannya ada kekuatan hukum dan otoritas untuk menjaga ketertiban.Sementara ulama lebih banyak menggerakkan amar ma'ruf, mengajak kepada kebaikan, menanamkan nilai, akhlak, dan kesadaran ruhani.
Di tangannya ada kekuatan ilmu, hikmah, dan dalil-dalil ilahiyah sebagai penerang jalan umat.Jika polisi menjaga masyarakat dengan kekuatan aturan, maka ulama menjaga masyarakat dengan kekuatan ajaran.
Jika polisi menertibkan perilaku yang menyimpang, maka ulama membangun kesadaran agar penyimpangan itu tidak terjadi.
Karena itu, ulama dan polisi tidak layak dipertentangkan. Keduanya harus berjalan seiring dan saling menguatkan.
Ketika kekuatan hukum bertemu dengan kekuatan moral, ketika otoritas negara berpadu dengan tuntunan agama, maka akan lahir masyarakat yang tertib, adil, damai, dan bermartabat.
Polisi menjaga keamanan bangsa, ulama menjaga akhlak bangsa. Keduanya adalah mitra dalam menegakkan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Terang Kapolri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!