Meteor News** MAKASSAR I Upaya masyarakat dalam menyukseskan program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto menemui hambatan teknis di lapangan. Para petani di sekitar area latihan menembak mengeluhkan terhentinya produktivitas mereka akibat faktor keamanan yang belum terstandardisasi secara modern. (25/4/2026).
Kondisi ini terpotret jelas melalui pantulan satelit pada koordinat 05°02'23.65" S 119°40'33.60" E, di mana area latihan militer bersinggungan langsung dengan pemukiman padat dan hamparan persawahan aktif milik warga lokal.
Keberadaan pepohonan di sisi kiri lapangan tembak saat ini dinilai belum cukup memberikan rasa aman maksimal bagi warga yang beraktivitas di radius dekat zona sasaran.
Setiap kali jadwal latihan menembak tiba, aktivitas pertanian di belakang dan samping lokasi terpaksa dihentikan total demi menghindari risiko kecelakaan atau peluru nyasar yang mengancam nyawa.
Kondisi tersebut memicu keprihatinan mendalam, mengingat sektor pertanian merupakan urat nadi ekonomi warga sekaligus pilar utama ketahanan pangan nasional yang sedang digenjot oleh pemerintah pusat.
Sejalan dengan semangat profesionalisme TNI, masyarakat melalui draf laporan ini memohon perhatian khusus dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) di Mabes TNI untuk meninjau kembali kelayakan fasilitas tersebut.
Masyarakat menegaskan bahwa mereka sangat mendukung kegiatan latihan prajurit, namun berharap ada solusi teknis agar kepentingan pertahanan dan kepentingan ekonomi rakyat dapat berjalan beriringan.
Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah pengadaan pelindung atau dinding pengaman berbahan plat baja (safety wall) di sekeliling area lapangan tembak agar proyektil tetap terlokalisasi.
Dengan adanya pengaman baja yang mumpuni, risiko proyektil meluncur ke arah persawahan atau perumahan warga dapat diminimalisir secara signifikan hingga titik nol.
Langkah modernisasi infrastruktur ini dianggap mendesak agar para petani tidak lagi dihantui rasa takut atau kehilangan jam kerja saat aparat negara sedang mengasah kemampuan tempurnya.
Secara jurnalistik, persoalan ini menyangkut hak warga negara atas rasa aman serta hak untuk mengelola lahan produktif guna mendukung kedaulatan pangan tanpa hambatan operasional.
Pihak redaksi juga mendorong adanya dialog terbuka antara pimpinan wilayah militer setempat dengan tokoh masyarakat untuk merumuskan jadwal dan sistem pengamanan yang saling menguntungkan.
Diharapkan, dengan campur tangan langsung dari Mabes TNI, lapangan tembak ini dapat bertransformasi menjadi fasilitas yang modern, aman (safety), dan tetap humanis terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.
Titik Koordinat,05°02'23.65" S 119°40'33.60" E
Posisi Geografis, Area hijau lapangan tembak yang berbatasan langsung dengan zona hunian (sisi Barat) dan lumbung pangan warga (sisi Timur/Selatan).
Arah Bidik,Terpantau pada azimuth 345.6° yang memerlukan penguatan perimeter keamanan permanen.
Redaksi
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!