Meteor News

Di Tengah Sorotan, Yayasan UNWIR Pastikan Sistem AI UKK Tetap Konsisten

METEORNEWS 04 Apr 2026, 12:46
Di Tengah Sorotan, Yayasan UNWIR Pastikan Sistem AI UKK Tetap Konsisten

Meteornews.id ** INDRAMAYU | Yayasan Universitas Wiralodra (UNWIR) menegaskan bahwa sistem penilaian dalam Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) calon rektor tetap menggunakan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) secara konsisten.Ketua Yayasan UNWIR, Dr. H. Dudung Indra Ariska, menyampaikan bahwa penerapan AI dalam proses seleksi bertujuan untuk menjaga objektivitas dan transparansi penilaian terhadap para kandidat.

“AI ini kami gunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan. Sistem bekerja berdasarkan parameter yang telah ditentukan, sehingga hasilnya lebih terukur dan minim intervensi,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan teknologi tersebut tidak serta-merta menggantikan peran manusia, melainkan hanya sebagai decision support system yang membantu proses evaluasi berjalan lebih akuntabel.Yayasan menegaskan bahwa seluruh proses penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Hasil penilaian bahkan ditampilkan secara terbuka dalam forum, sehingga dapat diketahui langsung oleh peserta dan pihak terkait.

Selain itu, sistem berbasis AI juga memungkinkan adanya audit trail, sehingga setiap tahapan penilaian dapat ditelusuri kembali apabila diperlukan.Terkait penggunaan dokumen berbasis Microsoft Word dalam penyajian hasil, pihak yayasan menjelaskan bahwa hal tersebut hanya sebatas tampilan atau media presentasi.

“Substansi nilai tetap berasal dari sistem AI. Word hanya digunakan untuk mempermudah penyajian,” jelas Dudung.

Menanggapi berbagai kritik yang muncul, Yayasan UNWIR menilai hal tersebut sebagai bagian dari dinamika dalam penerapan inovasi baru di lingkungan akademik.Mereka memastikan bahwa sistem yang digunakan telah disepakati bersama dan tetap mengacu pada prinsip Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB).

Pengamat pendidikan, Dr. Rudi Hartono, menilai penggunaan AI dalam proses seleksi jabatan akademik merupakan langkah maju, namun tetap perlu diawasi secara ketat. “AI bisa meningkatkan objektivitas, tetapi transparansi parameter penilaiannya harus benar-benar dibuka agar tidak menimbulkan kecurigaan,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu mahasiswa UNWIR, Siti Nur Aisyah, berharap proses seleksi berjalan adil dan terbuka.“Kami mendukung inovasi seperti AI, tapi yang paling penting adalah hasilnya benar-benar mencerminkan kualitas kandidat,” katanya.

Dengan tetap mempertahankan sistem penilaian berbasis AI, Yayasan UNWIR menegaskan komitmennya untuk menghadirkan proses seleksi yang lebih objektif, transparan, dan akuntabel dalam menentukan pemimpin kampus ke depan. (Inoy)

Sumber Berita: Meteornews
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!