MeteorNews ** INDRAMAYU | Akar yang lebih tua dari WiralodraSungai Cimanuk berhulu di kaki Gunung Papandayan di Garut pada ketinggian +1200 m, mengalir ke timur laut 180 km dan bermuara di Laut Jawa di Indramayu.
Di muaranya pernah berdiri Kerajaan Manukrawa pada abad ke-5 di sekitar hilir Cimanuk, lalu abad ke-9 menjadi bagian Sumedang Larang, dan sejak abad ke-12 Sumedang Larang menjadi vasal Pajajaran sehingga otomatis Indramayu menjadi bagian wilayah Galuh/Pajajaran.
Naskah Wangsakerta menyebut alur yang sama: Manukrawa, Sumedang Larang, lalu Galuh/Pajajaran.Itu sebabnya arsip Portugis mencatat 6 pelabuhan Pajajaran termasuk Cimanuk, dan Tome Pires menyebut sungai Cimanuk sebagai batas antara Sunda dan Jawa: the river of Chi Manuk is the limit of both kingdoms.2.Siapa Wiralodra yang sebenarnya.
Babad Dermayu memberi silsilah lengkap dari Ngabehi Wirasecapa Bagelen: Pangeran Hadi, Tumenggung Gagak Pernala, Pringgandipura, Gagak Wirahandaka, Gagak Kumitir, Gagak Wirakusuma, Gagak Singalodraka, Wangsanagara, Wangsayuda, Wiralodra, Tanujaya, Tanujiwa.
Bukan pangeran Demak yang datang tahun 1527, tapi Mantri Bagelen. Babad Bagelen mencatat Bagus Taka digelari Prawiralodra (Wiralodra) dengan jabatan Mantri, salah satu orang Bagelen yang ikut pengusiran VOC di Batavia sebelum akhirnya menjadi Adipati di Indramayu pada 1678.
Tugas awalnya menjaga daerah perbatasan barat Cirebon yang kian terdesak Belanda, ketika Belanda di kepung Banten di barat, sementara sepanjang Cimanuk dan Indramayu di jaga pasukan Cirebon dan Mataram. Karena ketokohannya dominan, ia di angkat menjadi penguasa Cimanuk oleh Prabu Cakraningrat, Raja Rajagaluh, wakil Pajajaran di pesisir timur Pajajaran. Pengakuan resmi kolonial datang setelah Mataram runtuh.
Amangkurat I wafat 1677, lalu Wiralodra di identifikasi menjadi Adipati Indramayu pada 1678 hingga 1682 ketika Mataram porak poranda. Sumber lain menyebut ia di kukuhkan kembali oleh VOC sebagai Gubernur Indramayu atas rekomendasi Cornelis Janzoon Speelman tertanggal 2 Juni 1678.
Ia bertugas menyelesaikan jabatan syahbandar, brandal Jawa, hubungan Banten-Sumedang. Tanggal 7 Oktober 1527 yang di tetapkan tim Haji Dasuki 1970-an itu sendiri diakui hanya berdasarkan Babad Dermayu sehingga perlu data primer dan sekunder.
Kajian baru Bappeda Litbang 2022 mengoreksi: Masa Pemerintahan Wiralodra berlangsung 1678-1682, meninggal di gantikan Wirapati (1682-1702), naik Wirantaka (1702).
3. Trah Wiralodra: 7 generasi penjaga muaraBabad mencatat anak Wiralodra: Raden Sutamerta, Raden Wirapati, Nyi Ayu Inten, dan Raden Driyantaka. Versi lain menyebut Sutamerta, Wirapati, Nyayu Hinten, Drayantaka. Silsilah Bupati Dermayu yang di ziarahi tiap hari jadi sampai sekarang:• Wiralodra I Raden Singalodra • Wiralodra II Raden Wirapati • Wiralodra III Raden Sawedi • Wiralodra IV Raden Banggala • Wiralodra V Raden Banggali • Wiralodra VI Raden Samaun • Wiralodra VII Raden Krestal Di antaranya ada drama perebutan tahta.
Ketika Wiralodra III meninggal, Benggali menginginkan jabatan padahal berdasarkan ketentuan harus Benggala. Proses tertunda lima bulan sampai keputusan dari Betawi memperkuat Benggala sebagai Wiralodra IV.
Makam mereka, termasuk Raden Wirapati (II), Sawedi (III), Banggala (IV), Banggali (V), Samaun (VI), Krestal (VII) dan Ki Tinggil pendamping Wiralodra, ada di komplek Sindang yang diziarahi tiap 7 Oktober.
4. Akhir trah dan masuknya Belanda totalPuncak sekaligus akhir kekuasaan trah terjadi pada Wiralodra V. Setelah pemberontakan Bagus Rangin, Indramayu jatuh miskin akibat huru-hara dan biaya perang, Wiralodra V tidak sanggup membayarnya. Keberhasilan Belanda menumpas pemberontakan harus di bayar mahal, Wiralodra V menyerahkan Indramayu menjadi bagian kekuasaan Belanda berpusat di Batavia pada 1813.
Kajian menandai periode ini sebagai akhir kekuasaan trah Wiralodra karena kebijakan kolonial dan perlawanan rakyat. Sejak itu Indramayu adalah Afdeeling di bawah Karesidenan Cirebon. Jejak pelabuhan hilang karena sungai di belokkan dan jembatan buka-tutup di ganti.5. Dari Bupati Kolonial sampai Republik.
Periodisasi kepemimpinan setelah trah berakhir di catat sampai sekarang: dari Raden Wiralodra (I) di lanjutkan hingga R.T. Suranenggala, lalu periode 1900 hingga kemerdekaan dipimpin Raden Djlari (Purbadi Negara I) sampai 1917, Raden Sosrowardjoyo sampai 1932, dan Moch. Soediono 1933-1944. Pada saat kemerdekaan diproklamasikan, Indramayu dipimpin Dr. Murdjani 1944-1946.
Setelah merdeka, perlawanan belum selesai. Gerakan perlawanan rakyat Indramayu melawan Sekutu yang di boncengi NICA terjadi 1946-1947, yang paling dahsyat di Kampung Siwatu.
Dari rentang 1527 sampai sekarang tercatat Indramayu sudah di pimpin 33 Bupati, dengan Hj. Anna Sophanah sebagai bupati perempuan pertama sejak Wiralodra.
Petahana sekarang Lucky Hakim sejak 20 Februari 2025, terpilih dengan 602.286 suara periode 2024-2029.
Penutup:Jadi Indramayu tidak lahir dalam satu malam 1527. Ia mengalir seperti Cimanuk sendiri:Hulu di Papandayan adalah Galuh tua, tengahnya adalah Rajagaluh wakil Pajajaran, hilirnya adalah Bandar Cimanuk yang dicatat Portugis dan Cina, padukuhannya ditata Wiralodra 1678, trahnya memerintah sampai 1813, lalu menjadi kabupaten kolonial, lalu menjadi kabupaten republik yang melawan NICA, sampai kabupaten modern yang kita kenal hari ini.
Mengakui Cimanuk sebelum Wiralodra tidak menghapus Wiralodra. Menempatkan Wiralodra pada 1678-1682 tidak mengecilkan jasanya.
Justru itu yang membuat Indramayu 499 tahun ini jujur: ia bukan hasil satu orang, tapi hasil banyak generasi yang menjaga satu sungai yang sama dari gunung sampai laut.Pertanyaan nya:Sebelum Wiralodra datang, Cimanuk ternyata sudah di kenal dunia sebagai pelabuhan Pajajaran.
Menurut akang-akang semua, kalau bandarnya sudah ramai sejak 1512, apakah masuk akal kalau tanahnya dibilang masih hutan kosong?Yuk kita diskusikan di kolom komentar.
Catatan: PERIODE 1: Bandar Cimanuk Kuno - Abad 5 sampai 1527. Narasi bahwa Cimanuk sudah ramai sebelum Darma Ayu berdiri didukung:1. Naskah Bujangga Manik - Kropak MS Jav b.3 Bodleian Library Oxford. Diteliti secara kritis oleh J. Noorduyn dan A. Teeuw dalam buku Three Old Sundanese Poems 2006.
Di dalamnya tertulis pangeran Sunda meuntas aing di Cimanuk, artinya Cimanuk sudah jadi batas penyeberangan penting akhir abad 15. 2. Suma Oriental karya Tome Pires 1512-1515 - Diterbitkan dan diterjemahkan oleh Armando Cortesao 1944.
Di halaman daftar pelabuhan Sunda, Tome Pires menulis pelabuhan Chemano atau Cimanuk sebagai pelabuhan ke-6 milik Pajajaran yang masyarakatnya sudah banyak yang muslim. 3. Carita Parahyangan Kropak 406 - Diteliti oleh Atja dan Saleh Danasasmita.
Menyebut batas kerajaan Sunda di Cipamali yang bersebelahan langsung dengan Cimanuk. Catatan: Naskah Wangsakerta tentang Kerajaan Manukrawa abad 5 di hilir Cimanuk yang sering dikutip, oleh sejarawan besar seperti Sartono Kartodirdjo dan M.C. Ricklefs dianggap sebagai naskah baru yang perlu hati-hati penggunaannya, jadi kita pakai hanya sebagai pembanding lisan.
PERIODE 2: Peralihan ke Demak-Cirebon-Banten - 1527 sampai 1583Narasi Rajagaluh tidak lagi berdaulat setelah Sunda Kalapa jatuh 1527 didukung:1. Carita Purwaka Caruban Nagari - Naskah Cirebon yang diteliti oleh Pangeran Sulendraningrat 1972 dan Atja.
Menjelaskan penaklukan kerajaan Hindu di timur Pajajaran oleh Cirebon lewat perang dan perkawinan. 2. Hikayat Hasanuddin dan Sejarah Banten - Diteliti oleh Hoesein Djajadiningrat 1913 dan Claude Guillot.
Menjelaskan Banten diambil Hasanuddin 1526 sebagai batu loncatan sebelum menyerang Sunda Kalapa 1527, persis seperti logika akang. 3. Babad Cirebon dan Sejarah Cirebon Abad 16 - Kajian H.J. de Graaf dan T.D. Pigeaud dalam Islamic States in Java.
Inilah dasar logika sejarah yang akang sampaikan: sebelum Sunda Kalapa diserang, Cimanuk di timur dan Banten di barat harus dikuasai dulu.PERIODE 3: Di bawah Cirebon dan Mataram - 1583 sampai 16771.
Naskah Perjanjian Sindang Kasih 1583 - Disebut dalam tradisi Cirebon bahwa Rajagaluh menyerahkan wilayahnya ke Cirebon. 2. Buku Priangan karya F. de Haan 1910-1912 - DePreanger-Regentschappen onder het Nederlandsch Bestuur tot 1811.
De Haan menulis dengan jelas Cimanuk masuk wilayah pengaruh Mataram setelah Sumedang Larang jadi vasal Mataram 1620. Diteliti ulang oleh Lombard dan Wibisono.
PERIODE 4: Penataan Darma Ayu - 1678 sampai awal 1700-anIni periode yang paling terang karena ada arsip sejaman:1. Dagh-Register gehouden int Casteel Batavia Anno 1678 - Arsip harian VOC di Kastil Batavia, diterbitkan oleh J.A. van der Chijs.
Pada tanggal 10 Mei 1678 tercatat Kiai Wiralodra diangkat jadi Wedana Cimanuk oleh Susuhunan Mataram Amangkurat II dan disahkan VOC. Ini sumber yang dipakai Bappeda Indramayu 2022 dan De Jonge dalam De Opkomst van het Nederlandsch Gezag. 2. Atlas VOC 1681 dan Kaart van de Rivier Cimanuk - Disimpan di Nationaal Archief Den Haag. Diteliti F. de Haan.
Menyebut gudang beras di muara Cimanuk dijaga 4 orang serdadu. 3. Babad Dermayu Naskah Mertasinga dan Naskah Kromodikoro - Naskah lokal yang diteliti serius oleh Dasuki, Drs. Suparmana, dan T.D. Sudjana.
Babad ini benar sebagai ingatan masyarakat tentang babat alas dan penataan pedukuhan. 4. De Vijf Gezantschapsreizen van Rijklof van Goens - Karya H.J. de Graaf 1962 yang menjelaskan konteks Mataram mengangkat Wedana di pesisir.
PERIODE 5: Dermayu sebagai Kabupaten Pesisir - 1700-an sampai 18881. Koloniaal Verslag 1888 dan De Indramajoe karya W. Fruin-Mees - Mencatat Indramayu sebagai pelabuhan haji dan tempat Pasar Malam, serta sistem Wedana Wiralodra II sampai VII. 2. Arsip Residen Cirebon di ANRI - Laporan tentang pengelolaan beras Indramayu untuk Batavia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!