MeteorNews ** JAKARTA | Program Bedah Rumah pemerintah tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki hunian masyarakat yang tidak layak. Pemerintah juga mencoba menghubungkan program tersebut dengan aktivitas UMKM produsen bahan bangunan.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan salah satu inovasi yang dilakukan adalah Gerakan Gentengisasi. Program tersebut mendorong penggunaan produk genteng sekaligus menggerakkan sentra UMKM yang selama ini memproduksi material tersebut.
Untuk tahap awal, pemerintah melibatkan sentra UMKM genteng di Jatiwangi, Majalengka, dan Plered, Purwakarta. Keduanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan material bagi sekitar 40.000 unit Bedah Rumah.
Menurut Maruarar, penguatan UMKM tidak berhenti pada peningkatan produksi. Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi keandalan, hingga akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan agar material yang digunakan dalam program perumahan memiliki kualitas yang semakin baik sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat sebagai konsumen.
Di sisi lain, skala Program Bedah Rumah pada 2026 memang meningkat tajam.Jika pada 2025 pemerintah mengalokasikan 45.000 unit dengan anggaran sekitar Rp1,1 triliun, pada 2026 jumlahnya menjadi 400.000 unit dengan pagu Rp8,57 triliun.
Pemerintah juga menyatakan program tersebut telah dialokasikan ke seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Setiap daerah diupayakan mendapatkan minimal 200 unit.Maruarar sebelumnya menjelaskan bahwa pemerintah menggunakan konsep
“government preneur”, yaitu menggabungkan mekanisme pemerintah dengan pendekatan kewirausahaan dalam pelaksanaan program.
Salah satunya melalui Tender Rakyat, yang memungkinkan toko dan penyedia material bersaing secara terbuka dari sisi harga dan kualitas.Jadi, program Bedah Rumah kini tidak hanya soal memperbaiki rumah warga. Di balik ratusan ribu rumah yang dibedah, pemerintah juga mencoba menggerakkan toko material dan UMKM di daerah.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!