MeteorNews ** PURWAKARTA | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menjadi sorotan setelah mengunggah data persebaran pusat data di Indonesia di tengah polemik pembangunan data center Al di kawasan Jatiluhur, Purwakarta. I
nfografis yang dibagikan menunjukkan DKI Jakarta memiliki 107 lokasi data center, Kepulauan Riau 20, dan Jawa Barat 19. Namun, sejumlah warganet menilai perbandingan tersebut tidak sepenuhnya setara karena data itu menghitung pusat data secara umum tanpa membedakan fasilitas konvensional dengan pusat data Al berkapasitas tinggi.
Proyek di Jatiluhur sendiri dirancang memiliki kapasitas awal sekitar 120 MW dan dapat dikembangkan hingga 640 MW, sehingga beban listrik dan kebutuhan sistem pendinginannya berbeda dengan banyak fasilitas data center konvensional berukuran yang lebih kecil.
Polemik semakin besar karena proyek senilai sekitar Rp3,5 triliun tersebut berada di sekitar Waduk Jatiluhur yang juga menjadi sumber air penting bagi masyarakat dan pertanian.
Kebutuhan air fasilitas itu disebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik ketika mencapai skala tertentu, sehingga muncul kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap pasokan air.
KDM kemudian menghentikan sementara pembangunan karena AMDAL dan PBG belum selesai serta meminta kajian penggunaan air dibuka kepada masyarakat.
Perbedaannya bukan sekadar label "biasa" dan "Al": data center Al umumnya memiliki kepadatan daya jauh lebih tinggi karena menggunakan cluster GPU, sehingga sistem pendinginannya juga lebih berat, meskipun besarnya konsumsi air tetap bergantung pada desain fasilitas yang digunakan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!