Meteor News

Belum Terima Data Makan Bergizi Gratis, dr. Heru Padmonobo Pastikan PMT Dinkes Brebes Tetap Jalan

Yano 15 Jun 2026, 16:06
Belum Terima Data Makan Bergizi Gratis, dr. Heru Padmonobo Pastikan PMT Dinkes Brebes Tetap Jalan

Meteor News** BREBES | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Brebes memastikan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dengan status gizi kurang dan gizi buruk tetap berjalan di seluruh Puskesmas. Langkah intervensi ini dilakukan di tengah ketidaktahuan pihak Dinkes mengenai detail distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG).

Kepala diDnas Kesehatan ( Dinkes ) Brebes, dr. Heru Padmonobo hari Senin 15 Juni 2026 di ruang kerjanya mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima tembusan data mengenai wilayah mana saja yang menjadi sasaran distribusi MBG untuk kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).

"Sampai sekarang pun kita belum tahu SPPG mana yang mendistribusikan ke kelompok 3B. Kita enggak tahu sasaran mana yang sudah diberikan karena tidak ada tembusan ke sini. Mungkin yang tahu langsung di pihak Puskesmas," ujar dr. Heru saat diwawancarai di Brebes, Senin (15/6/2026).

Meskipun demikian, dr. Heru tidak menampik bahwa berhentinya asupan makanan bergizi pasti akan membawa dampak bagi masyarakat. Oleh karena itu, jajaran kesehatan di Brebes terus memaksimalkan program PMT sebagai langkah antisipasi dan penanganan langsung.

Perbedaan Sasaran PMT Dinkes dan Makan Bergizi Gratis (MBG)

dr. Heru menjelaskan terdapat perbedaan mendasar antara program MBG dari pemerintah pusat dengan program PMT yang dikelola oleh Dinas Kesehatan.

"Kalau MBG itu sasarannya untuk semua balita tanpa memandang status gizi. Sementara kalau intervensi dari kami (Dinkes) berfokus khusus pada kasus-kasus anak yang mengalami gizi kurang dan gizi buruk," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kasus gizi kurang dan gizi buruk ini masih ditemukan di beberapa wilayah Kabupaten Brebes, meliputi wilayah Pantura, bagian tengah, hingga wilayah selatan. Intervensi PMT pun disalurkan ke seluruh Puskesmas yang memiliki riwayat kasus tersebut.

Untuk mencegah terjadinya tumpang tindih (overlapping) bantuan, Dinkes Brebes menyarankan agar sasaran penerima manfaat dipisahkan secara cermat.

"Kami menyarankan ke pihak MBG atau SPPG agar jangan overlapping. Anak yang sudah dapat PMT dari kita, sebaiknya tidak usah jadi sasaran MBG. Namun kalaupun tetap dapat dua-duanya, waktu atau timing pemberiannya harus dibedakan, misalnya pagi dan sore," tambahnya.

Andalkan Anggaran BOK dan Kader Posyandu

Dalam pelaksanaannya di lapangan, Dinkes Brebes mengandalkan peran aktif petugas Puskesmas serta para kader kesehatan di setiap Posyandu. Program PMT ini didanai melalui anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik bidang kesehatan.

Makanan tambahan yang diberikan oleh Dinkes umumnya berbentuk biskuit atau pasta/selai khusus yang dikenal sebagai Ready-to-Use Therapeutic Food (RUTF). Biskuit ini berbahan dasar gandum dengan berbagai varian rasa.

"Itu makanan yang padat gizi dan tinggi protein karena kalorinya sangat tinggi, sehingga sangat tepat untuk intervensi anak gizi buruk. Mengenai ukuran gramnya nanti bermacam-macam, disesuaikan dengan kategori status gizi si anak," pungkas dr. Heru.

Terkait detail jumlah total anak yang mengalami gizi buruk serta kuota sasaran realisasi tahun ini, dr. Heru mengarahkan agar data tersebut dikonfirmasi lebih lanjut kepada petugas teknis (programmer) di Dinas Kesehatan Brebes. Red

Editor: Casroni

Sumber Berita: Meteor News
Bagikan:
Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!