MeteorNews ** PURWAKARTA | Pembangunan pusat data berbasis artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, kembali menjadi sorotan. Kali ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menyoroti kebutuhan air untuk operasional pusat data milik BDx tersebut.
Berdasarkan penjelasan yang diterima KDM, kebutuhan air pusat data diperkirakan dapat mencapai sekitar 384 liter per detik ketika pengembangan fasilitas sudah mencapai kapasitas tertentu.
Jika angka tersebut tercapai, kebutuhan airnya diperkirakan sekitar 33 ribu meter kubik atau 33 juta liter per hari. Namun, pada tahap awal kebutuhan air disebut masih sekitar 6.000 meter kubik per hari dan akan meningkat seiring pengembangan.
KDM meminta kebutuhan tersebut dihitung sejak awal. Ia tidak ingin persoalan air baru dibahas ketika pusat data sudah beroperasi dengan kapasitas besar.Yang menjadi perhatian adalah jangan sampai kebutuhan industri digital tersebut mengganggu alokasi air untuk sektor pertanian.
Menurut KDM, pasokan air untuk BDx direncanakan melalui PDAM sebagai konsumen komersial, bukan mengambil langsung dari Waduk Jatiluhur untuk kebutuhan proyek.
Di sisi lain, pembangunan pusat data tersebut kini juga dihentikan sementara karena sejumlah persyaratan, termasuk AMDAL dan PBG, masih dalam proses.
Pemprov Jabar menyatakan tetap mendukung investasi, tetapi meminta seluruh ketentuan dipenuhi. Kalau sampai 33 juta liter air sehari, menurut kamu apakah kebutuhan air data center ini bisa tetap aman tanpa mengganggu petani?
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!